Kamis, 26 Agustus 2010

MAKSIMALKAN PENGELOLAAN SUMBER ALAM KITA


KRUPUK 
GATHILUT
"MANGGAR"
HANYA 
Rp. 20.000,-/KG



Singkong adalah tumbuhan tropis namun dapat beradaptasi dengan cuaca subtropis. Menurut sejarah singkong berasal dari Timur Laut Brasil dan Meksiko Tenggara, masuk Indonesia tahun 1852 melalui Kebun Raya Bogor yang kemudian tersebar ke seluruh Nusantara.Singkong dimanfaatkan sebagai makanan pokok di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan.

Negara yang memproduksi singkong adalah Nigeria, Brasil,Thailand, Zaire dan Indonesia. Kandungan singkong mengandung karbohidrat tinggi dan dimanfaatkan sebagai makanan pokok sumber energi. Menurut DKBM Depkes RI singkong mengandung energi 146 kalori, karbohidrat 34,7 gram, protein 1,2 gram dan lemak 0,3 gram per 100 gram.Dan termasuk makanan pokok pengganti beras. Karena singkong mengandung karbohidrat tinggi maka dapat diolah menjadi tepung tapioka. Kata tapioka berasal dari kata tipioca yang berasal dari bahasa penduduk Tupi di Brasil.

Di Indonesia sendiri singkong mudah diolah menjadi makanan bervariasi baik sebagai makanan pokok maupun selingan. Karena kalorinya tinggi singkong bisa diolah dengan cara dikukus atau dibakar.Singkong sebagai makanan pokok tidak bisa bertahan lama disimpan untuk itu  diambil saripatinya untuk tepung tapioka,juga bisa dibuat menjadi tepung singkong yang disebut mokal.Tepung singkong bisa diolah menjadi mi dan di Bantul disebut mi bendo.

Singkong sekarang juga banyak gunakan sebagai pemanis makanan, bahan kertas, bahan perekat, bahan bakar ethanol, dan masih banyak lagi. Salah satu pemanfaatannya adalah menjadikan krupuk dan kripik. Bila krupuk menggunakan pengolahan yang lebih sedang untuk kripik singkong dipotong langsung diberi bumbu.
Seperti krupuk singkong gathilut kami menggunakan pengolahan yang sedikit rumit hingga dapat menjadi salah satu variasi makanan ringan yang sehat dan mempunyai nilai gizi yang baik.
Semua ini adalah sumbangsih keluarga besar kami dalam membudayakan makanan khas indonesia yang perlu kita pelihara.

HIDUP KULINER INDONESIA !!! JANGAN KALAH DENGAN PRODUK IMPOR!!!
KRUPUK SINGKONG PRODUK KAMI




Minggu, 08 Agustus 2010

Modifikasi Tepung Gaplek oleh Dr Achmad Subagio MAgr

 


Tepung gaplek (tepung dari ubi kayu) yang minim manfaat, berhasil dimodifikasi menjadi kaya manfaat oleh Achmad Subagio . Doktor ahli kimia pangan ini telah mempresentasikan temuannya tersebut di dunia internasional dan telah diakui
Dr Achmad Subagio MAgr tertarik meneliti tepung gaplek karena menurut dosen di Fakultas Teknologi Hasil Pertanian di Universitas Jember ini, tepung gaplek atau tepung singkong selama ini dikesankan inferior. “Kesannya selama ini, kalau orang sampai makan gaplek itu kok miskin banget,” kata pria 39 tahun itu.

Padahal, singkong adalah tanaman yang sangat banyak di Indonesia. “Bahkan, menurut data FAO (lembaga PBB yang membidangi masalah pangan) 2004, Indonesia merupakan produsen ubi kayu terbesar di dunia setelah lima negara lain,” katanya.

Potensi Ekspor singkong (Gaplek) Indonesia di China



Potensi Ekspor singkong (Gaplek) Indonesia ke China Mencapai US$150 juta. China adalah negara tujuan ekpor singkong (Gaplek) permintaan pasarnya mencapai 150 juta dolar AS (sekitar Rp1,365 triliun) per tahun, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.Ini dikarenakan Idonesia hanya dapat memenuhi tidak lebih dari 14 persen atau senilai 21 juta dolar AS (sekitar Rp191,1 miliar).

Rabu, 04 Agustus 2010

Cara Praktis Melilih dan Mengolah Singkong

Singkong termasuk umbi dari tanaman yang hampir semua bagian tanamannya bermanfaat. Baik sebagai sumber karbohidrat alternatif maupun sebagai obat. Singkong sangat flesibel dijadikan untuk segala macam bahan makanan.

Mendengar kata singkong dalam bahasa Inggrisnya disebut Cassava, kita akan langsung teringat umbi yang bentuknya memanjang, serta salah satu ujungnya meruncing. Singkong dikenal juga ketela pohon atau ubi kayu serta termasuk tumbuhan umbi akar pada ilmu biologi, singkong dimasukkan dalam keluarga Euphorbiaceae (umbi-umbian).

Singkong adalah tanaman tropis dan dapat beradaptasi subtropis yang dapat ditanam sepanjang tahun. Bagian yang dimakan dari tanaman singkong selain umbi juga daunnya, biasanya dimanfaatkan untuk ragam masakan.

Senin, 02 Agustus 2010

KRUPUK SINGKONG SEHAT DAN MENYEHATKAN

KRUPUK SINGKONG GATHILUT "MANGGAR"
HARGA RP.20.000,-/KG 
LEZAT... NIKMAT... HEMAT...MURAH...

Manfaat Singkong menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat Menurut beliau, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.
Umbi Singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat. Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Minggu, 01 Agustus 2010

KRUPUK SINGKONG "MANGGAR"


KRUPUK SINGKONG GATHILUT "MANGGAR" ADALAH INOFASI PENGEMBANGAN KRUPUK ATAU KRIPIK YANG ADA.
Singkong biasanya hanya dimasak sebagai kolak, kripik, "tiwol", reginang, singkong rebus, singkong goreng, roti tape, tape, getuk, dan macam makanan ringan. mamun ini tidak dapat bertahan lama. Ini dikarenakan dari singkong segar langsung diproses menjadi makann diatas dan langsung dikonsumsi. Sedangkan untuk pengawetan singkong segar hanya dilakukan dengan menjadikan GAPLEK atau dijadikan tepung TAPIOKA. Pengawetan ini di lakukan mengingat singkong bila sudah lama akan menbentuk asam sianida yang sangat beracun ini ditandai dengan membirunya daging dari singkong ini, ini tetap muncul walaupun di simpan lemari pendinginpun.

Rabu, 28 Juli 2010

SERBA SERBI SINGKONG

Singkong adalah tumbuhan tropis namun dapat beradaptasi dengan cuaca subtropis. Menurut sejarah singkong berasal dari Timur Laut Brasil dan Meksiko Tenggara, masuk Indonesia tahun 1852 melalui Kebun Raya Bogor yang kemudian tersebar ke seluruh Nusantara.Singkong dimanfaatkan sebagai makanan pokok di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan.
Negara yang memproduksi singkong adalah Nigeria, Brasil,Thailand, Zaire dan Indonesia. Kandungan singkong mengandung karbohidrat tinggi dan dimanfaatkan sebagai makanan pokok sumber energi. Menurut DKBM Depkes RI singkong mengandung energi 146 kalori, karbohidrat 34,7 gram, protein 1,2 gram dan lemak 0,3 gram per 100 gram.Dan termasuk makanan pokok pengganti beras. Karena singkong mengandung karbohidrat tinggi maka dapat diolah menjadi tepung tapioka. Kata tapioka berasal dari kata tipioca yang berasal dari bahasa penduduk Tupi di Brasil.